» » Pewarna Alami Batik

Pembaca :
Pada dasarnya hampir seluruh jenis tumbuhan dapat menghasilkan zat warna alami yang dapat digunakan pada proses pewarnaan batik (Natural dyeing). Zat warna tersebut dapat diambil dari akar, batang, kulit, bunga, dan daun.

Jenis tumbuhan yang dapat digunakan sebagai zat warna batik

Akasia
Akasia atau Acacia catecu dapat digunakan sebagai pewarna alami pada batik yang dapat menghasilkan warna coklat, sedangkan bagian tanaman yang digunakan adalah kayu kerasnya.

Kayu Malam
Kayu malam atau Aporosa frutescens dapat digunakan sebagai zat warna yang memunculkan warna hitam pada kain batik, bagian yang digunakan adalah kayu kerasnya.

Secang
Tanaman secang atau Caesalpinia sappan dapat menghasilkan motif warna merah pada kain batik, bagian tumbuhan ini yang digunakan adalah kayu kerasnya.

Pohon Tengar
Tengar atau Cerios tagal digunakan untuk pewarnaan hitam pada proses batik, bagian tumbuhan ini yang digunakan adalah kulit kayunya.

Tegeran
Tegeran atau Maclura cochinchinensis dapat menghasilkan motif warna kuning pada kain batik, bagian tumbuhan ini yang digunakan adalah kayu teras akar.

Tanaman Kawasan
Tanaman Kawasan atau Mallotus philippinensis dapat digunakan sebagai pewarna alami pada batik yang dapat menghasilkan warna oranye, sedangkan bagian tanaman yang digunakan adalah granula buah.

Mengkudu
Mengkudu atau Morinda citrifolia digunakan untuk pewarnaan merah pada proses batik, bagian tumbuhan ini yang digunakan adalah kulit akar.

Soga
Soga atau Peltophorum pterocarpum dapat digunakan sebagai zat warna yang memunculkan warna kuning pada kain batik, bagian yang digunakan yaitu kulit batang.

Katapang
Katapang atau Terminalia catappa dapat menghasilkan motif warna hitam pada kain batik, bagian tumbuhan ini yang digunakan adalah kulit, daun, akar, dan buah muda.

Tanaman Plasa
Plasa atau Butea monosperma dapat digunakan sebagai pewarna alami pada batik yang dapat menghasilkan warna kuning, bagian tanaman yang digunakan adalah bunga.

Tanaman Tarum
Tarum atau Indigofera sp. digunakan untuk pewarnaan biru pada proses batik, bagian tumbuhan ini yang digunakan adalah daunnya.

Tanaman Noja
Tanaman Noja atau Peristrophe bivalvis dapat menghasilkan motif warna merah pada kain batik, bagian tumbuhan ini yang digunakan adalah daun cabang muda.

Tanaman Jirak
Tanaman Jirak atau Symplocos dapat digunakan sebagai zat warna yang memunculkan warna kuning pada kain batik, bagian yang digunakan adalah kulitnya.

Gambir
Daun mangga atau Uncaria gambir digunakan untuk pewarnaan hitam pada proses batik, bagian tumbuhan ini yang digunakan adalah daun dan cabang muda.

Mangga
Mangga atau Mangifera indica digunakan untuk pewarnaan hijau pada proses batik, bagian tumbuhan ini yang digunakan pada daunnya.

Kesumba
Kesumba atau Bixa orellana digunakan untuk pewarnaan oranye pada proses batik, bagian tumbuhan ini yang digunakan adalah bijinya.

Srigading
Srigading atau Nyctanthes arbor-tristis L. digunakan untuk pewarnaan kuning krem pada proses batik, bagian tumbuhan ini yang digunakan adalah daunnya.

Kesumba

Secang
Pohon soga
Daun tarum



Disclaimer
Oyin Ayashi admits that though we try to describe accurately, we cannot verify the exact facts of everything posted. Postings may contain Information, speculation or rumor. We find images from the Web that are believed to belong in the public domain. If any stories or photos that appear on the site are in violation of copyright law, please write in comment box and we will remove the offending section as soon as possible. (Oyiners = Blog reader)

Above article written by Unknown

bean
Hi there!, You just read an article Pewarna Alami Batik . Thank you for visiting our blog. We are really enthusiastic in Blogging. In our personal life we spend time on photography, mount climbing, snorkeling, and culinary. And sometimes We write programming code.
«
Next
Newer Post
»
Next
Older Post

Silakan beri komentar dengan akun facebook Anda