• Oyin Ayashi
    • About Me
    • Travelling
  • Beauty
  • Lifestyle
  • Technology
  • Site Map

OYIN AYASHI

Wisata Alam
Subscribe to: Posts ( Atom )

Prologue

Suratmi
Kadang-kadang kita belajar untuk memulai. Kadang-kadang kita belajar untuk berhenti. Dan kadang-kadang kita belajar terlalu banyak hal. Sehingga, kadang-kadang kata 'kadang-kadang' hanya diucapkan kadang-kadang dalam kehidupan ini. Tidak akan ada hal yang bisa tinggal lebih lama, tidak ada yang bisa memulai tanpa akhir, tidak ada kehidupan tanpa mati. Pernahkah kau menghitung berapa banyak langkah dari bangun tidur menuju kamar mandi? Tidak, selain orang-orang buta. Tubuh kita bergerak, pikiran kita juga.


Recent post

  • Popular
  • Category
  • Chantelly
  • Petis khas Kabupaten Pati
    petis umumnya dibungkus daun pisang M endengar kata petis terbayanglah si hitam olahan dari ikan, yang biasanya untuk mengolesi tahu gore...
  • Waspada kosmetik berbahaya
    S ista... bukan rahasia lagi jika setiap perempuan ingin punya kulit yang putih dan mulus, terutama kulit wajah. Apalagi sekarang banyak d...
  • Kosakata Semarangan dan Banyumasan
    Supodo dengan Blangkonnya M ungkin saja diantara sobat langsung menebak jika huruf yang berakhiran O, misalnya Samekto, Supodo, Kuntoro,...
  • 9 Summers 10 Autums
    D i kaki Gunung Panderman, di rumah berukuran 6 x 7 meter, seorang anak laki-laki bermimpi. Kelak, ia akan membangun kamar di rumah mun...
  • Situs Dewasa Khusus Payudara
    Situs jejaring sosial dewasa memang digemari peselancar dunia maya. Dan baru-baru ini muncul jejaring sosial yang terbilang unik. Jejaring...
  • Membuat Animasi yang realistis
    Foto hasil animasi dengan Gift Animator + Photo Shop Pembuatan Animasi : Apa yang dimaksud dengan animasi, tentu kita sudah mengerti y...
  • The Lake House
    How do you hold on to someone you’ve never met? Kate Forster adalah seorang dokter yang pada tahun 2006 tinggal di Chicago. Dia telah pinda...
  • Putri jelita yang suka makan berondong
    C erita tentang Nyi Roro Kidul ini sangat terkenal. Bukan hanya dikalangan penduduk Yogyakarta dan Surakarta, melainkan di seluruh Pulau Ja...
Budaya Cerpen Flona Foto Humor Kesehatan LifeStyle Motivasi Renungan Resensi Film Sejarah Teknologi Terjemahan Tips Travelling Uncategorized kuliner

Do before you die

Do before you Die

Epilogue

Suratmi

Akan ada pagi esok hari. Sama seperti pagi ini dan sebelumnya. Selalu saja matahari muncul di ufuk timur diikuti riuh kokok ayam bersahutan. Kemudian embun memanas dan kering pada dahan yang terbangun dari kemalasannya. Nyala siang menggebu menyayat kulit dan debu menyaingi pandangan mata ke sekitarku.

Denting, yang tak pernah melaju surut, tenang dalam diamnya namun kadang menggilas pesona senja lalu menjadikannya gelap oleh malam. Langkahku pelan kembali pada malam-malam seperti biasanya. Senjaku selalu sama seperti pagiku. Dan di antara siang dan malam yang berganti aku bersembunyi dalam sesak dada. Riuh sekali kudengar di sana berteriak pada Sang Kuasa, meskipun hening yang selalu tampak pada bola mata sayu ini. Seolah mencari pagi yang tak sama. Seolah mengharap siang dan malam yang menjelmakan mimpi-mimpiku.



OYIN AYASHI © 2009-2015. All Rights Reserved.

First Design by ket qua bong da | Modified by Oyin Ayashi | Powered by Blogger