• Oyin Ayashi
    • About Me
    • Travelling
  • Beauty
  • Lifestyle
  • Technology
  • Site Map

OYIN AYASHI

Kecantikan
Subscribe to: Posts ( Atom )

Prologue

Suratmi
Kadang-kadang kita belajar untuk memulai. Kadang-kadang kita belajar untuk berhenti. Dan kadang-kadang kita belajar terlalu banyak hal. Sehingga, kadang-kadang kata 'kadang-kadang' hanya diucapkan kadang-kadang dalam kehidupan ini. Tidak akan ada hal yang bisa tinggal lebih lama, tidak ada yang bisa memulai tanpa akhir, tidak ada kehidupan tanpa mati. Pernahkah kau menghitung berapa banyak langkah dari bangun tidur menuju kamar mandi? Tidak, selain orang-orang buta. Tubuh kita bergerak, pikiran kita juga.


Recent post

  • Popular
  • Category
  • Chantelly
  • Perbedaan wayang klithik dan wayang golek
    Mungkin generasi abad teknologi sudah melupakan budaya Nusantara yang penuh makna dan ragam. Salah satunya adalah wayang. Banyak jenis wa...
  • Lokasi favorit menyematkan gembok cinta
    B elum ada sumber jelas yang memastikan awal dari tradisi menyematkan gembok di jembatan sebagai lambang cinta kasih. Namun, fenomena in...
  • Kosakata Jawa yang hampir punah
    T entu kita sudah sangat akrab dengan beberapa kosakata ekonomi atau politik yang sedang hits di negeri ini. Siapa yang tidak tahu maksud d...
  • Main imajinasi dengan Trick Art
    F enomena baru yang disebut trick art 3D sedang populer di Indonesia, khususnya masyarakat ibukota. Trick art 3D adalah gambar atau lukisa...
  • Kamboja mekar
    Adenium atau Kamboja Jepang (nama kamboja Jepang sendiri sebenarnya menyesatkan, karena dapat diidentikkan dengan bunga kamboja yang banyak...
  • Halal Resto di Shibuya, Jepang
    Akhir-akhir ini semakin banyak wisatawan muslim yang berkunjung ke Jepang. Untuk mengimbangi hal itu, restoran yang bersertifikat halal ...
  • Lubang-lubang dalam keju Swiss
    Setelah sekitar satu abad melakukan penelitian, para ilmuwan Swiss berhasil mengungkap misteri lubang-lubang besar yang biasanya terdapa...
  • Kasta Lonceng dan Klakson
    "Kudengar,di negeri tropis ini sudah tak lagi mempersoalkan kasta. Din. Satu kali. Menandakan aku ada. Din. Din. Dua kali. Menandakan...
Budaya Cerpen Flona Foto Humor Kesehatan LifeStyle Motivasi Renungan Resensi Film Sejarah Teknologi Terjemahan Tips Travelling Uncategorized kuliner

Do before you die

Do before you Die

Epilogue

Suratmi

Akan ada pagi esok hari. Sama seperti pagi ini dan sebelumnya. Selalu saja matahari muncul di ufuk timur diikuti riuh kokok ayam bersahutan. Kemudian embun memanas dan kering pada dahan yang terbangun dari kemalasannya. Nyala siang menggebu menyayat kulit dan debu menyaingi pandangan mata ke sekitarku.

Denting, yang tak pernah melaju surut, tenang dalam diamnya namun kadang menggilas pesona senja lalu menjadikannya gelap oleh malam. Langkahku pelan kembali pada malam-malam seperti biasanya. Senjaku selalu sama seperti pagiku. Dan di antara siang dan malam yang berganti aku bersembunyi dalam sesak dada. Riuh sekali kudengar di sana berteriak pada Sang Kuasa, meskipun hening yang selalu tampak pada bola mata sayu ini. Seolah mencari pagi yang tak sama. Seolah mengharap siang dan malam yang menjelmakan mimpi-mimpiku.



OYIN AYASHI © 2009-2015. All Rights Reserved.

First Design by ket qua bong da | Modified by Oyin Ayashi | Powered by Blogger