

Sudah kubilang aku cemas. Aku cemas pada kecemasanku. Pada kecemasanku akan dirimu. Dan kau tahu aku mencintaimu tanpa jeda. Sekali saja ingin aku melarikan diri. Tidak bersembunyi tetapi lebih dalam lagi, menepi.
Kau menggoda kesabaranku.

Jangan tanya aku mengapa aku sanggup melawan kesepianku, sendiri. Karena jawabannya tak akan terungkap lewat sejuta tahun pengadilan. Dalam detik sepi aku memaksa kegundahanku, sendiri. Merasa yakin, aku lalu berdiri. Agak melemah setiap kali tak kau jawab diriku. Membiarkan waktu menjadi aus dan berlalu meninggalkan jejak rindu.
Maafkan aku tak mampu menguatkan diri berhambur dari kekesalan hatiku. Meski sudah kutidurkan pikiranku, aku kembali menemukan jejakmu di dalam mimpi.
Hey, ijinkan aku sekali saja menamparmu. Mungkin akan membekas. Agar setiap berkaca kau tersadar akan diriku disini. Mengapa tak kau jawab diriku? Dan kau tahu aku mencintaimu tanpa jeda.
Aku tak pernah tahu jawaban mengapa aku menggilaimu. Bahkan kalaupun aku kemudian menjadi benar-benar gila, aku tak berontak. Sebab aku selalu nyeri setiap kali aku mencarimu dan bertemu kosong. Dan kau tahu aku mencintaimu tanpa jeda.


18 November 2009, 7:34 pm