» » » Keringat ternyata tidak menimbulkan bau

Pembaca :
anak dan ibu
Mungkin Oyiners berpikir penyebab bau ketek itu adalah dari keringat. Tetapi tahukah anda bahwa keringat itu sebenarnya tidak memiliki bau.

Keringat terbentuk dari air dan garam. Bau ketek tidak disebabkan oleh keringat, melainkan oleh bakteri yang tertarik ke tempat di mana keringat paling banyak keluar, seperti pada kaki, paha, atau ketek.

Menurut medscape, untuk memahami penyebab bau ketek, pertama-tama Oyiners harus tau lebih dulu bagaimana tubuh mengeluarkan keringat. Tubuh memiliki dua jenis kelenjar keringat, yaitu: ekrin dan apokrin. Saat berkeringat, kelenjar ekrin akan membuka secara langsung di permukaan kulit, misalnya pada telapak tangan. Keringat yang muncul pada telapak tangan ini keluar dari kelenjar ekrin.

Sedangkan kelenjar apokrin membuka pada folikel rambut, atau di tempat-tempat yang hangat pada bagian tubuh. Biasanya kelenjar apokrin akan mensekresi keringat yang mengucur di bagian ketek yang selalu lembab. Kelembaban inilah yang menyebabkan menjadi tempat berkembangbiaknya bakteri penyebab bau badan.

folikel

To understand the causes of underarm odor, first you have to understand how your body sweats. Your body contains two types of sweat glands: eccrine and apocrine. Eccrine glands open directly onto the surface of your skin. For example, when your palms sweat, that perspiration comes from the eccrine glands.

Apocrine glands open into your hair follicles, secreting a thicker sweat that is usually connected to underarm odor. Because the areas of your body that contain apocrine glands also tend to be places that are warm and confined, the moistness can cause them to become a breeding ground for the bacteria that causes body odor.


Bromhidrosis, atau bau badan yang ekstrim, umumnya terkait dengan apokrin. Namun, terkadang keringat ekrin juga dapat menyebabkan bau tak sedap, ketika seseorang mengkonsumsi makanan tertentu.

Kadang-kadang, bau badan juga dapat disebabkan oleh masalah kesehatan seperti obesitas dan diabetes, kondisi ini akan mendorong pertumbuhan bakteri. Salah satu kondisi seperti itu, misalnya hiperhidrosis, tubuh mengeluarkan keringat secara berlebihan dari kelenjar ekrin. Lingkungan yang lembab juga dapat menciptakan hiperhidrosis, karena kondisi tersebut sangat ideal bagi pertumbuhan bakteri.

Bromhidrosis, merupakan fenomena umum pada individu pascapubertas. Dalam kasus yang jarang terjadi, bromhidrosis dapat dikatakan patologis (penyakit) jika sudah sangat kuat atau secara signifikan telah mengganggu kehidupan seseorang.

Tubuh memiliki sekitar 2,6 juta kelenjar keringat. Namun, mengapa kita tidak pernah menemukan bayi dengan bau badan?, lalu kapan badan kita mulai bau? Tubuh akan mulai memproduksi kelenjar keringat jika telah mencapai usia pubertas. Itulah sebabnya mengapa bayi tidak bau badan.

Kesimpulan :
Dari uraian di atas, orang yang berada di daerah tropis cenderung lebih banyak mengeluarkan keringat, karena daerah ini memiliki kelembaban udara tinggi. Oleh karena itu usahakan memakai pakaian yang mudah menyerap keringat, terutama untuk pakaian dalam. Pakailah pakaian yang terbuat dari bahan katun.

Usahakan menghindari memakai pakaian yang terbuat dari bahan polyester, walaupun harganya lebih murah, karena bahan ini tidak menyerap keringat, sehingga mudah memicu pertumbuhan bakteri yang merugikan.

Disclaimer
Oyin Ayashi admits that though we try to describe accurately, we cannot verify the exact facts of everything posted. Postings may contain Information, speculation or rumor. We find images from the Web that are believed to belong in the public domain. If any stories or photos that appear on the site are in violation of copyright law, please write in comment box and we will remove the offending section as soon as possible. (Oyiners = Blog reader)

Above article written by Unknown

bean
Hi there!, You just read an article Keringat ternyata tidak menimbulkan bau . Thank you for visiting our blog. We are really enthusiastic in Blogging. In our personal life we spend time on photography, mount climbing, snorkeling, and culinary. And sometimes We write programming code.
«
Next
Newer Post
»
Next
Older Post

Silakan beri komentar dengan akun facebook Anda