» » Aku pemuas seks lelaki kelas rendah

Jarum jam menunjuk angka 2 dini hari, dingin sudah mulai membelai kulit dan meminta perhatian agar aku segera tidur. Malam ini, aku baru saja memuaskan birahi Pak Seno, lelaki gendut ketua RT dikampungku.

Badannya bau sekali, mungkin dia hanya mandi sekali setiap minggunya, nafasnya  berbau amoniak sangat menyengat, ingin muntah rasanya saat dia mendekakan wajahnya kewajahku. Rambutnya yang mulai memutih itu, sering rontok kalau tertarik sedikit saja. Seandainya dia tidak membayar selembar ratusan ribu untuk "short attack", aku tidak akan sudi melayaninya.

Oh ya.., perkenalkan namaku Sumini. Raden Ajeng Kartini, adalah idolaku sejak kecil, memang dia hanyalah seorang anak selir dari asisten Wedana, tapi cita2nya untuk membangun bangsaku sangat aku kagumi. Aku tak perduli walaupun dia akhirnya menyerah kepada nasib dengan mau menikah dengan seorang bupati. Bupati yang berkuasa di wilayah yang cukup luas, disembah di sana sini, orang merunduk saat dia lewat, bisa menikahi perempuan lebih dari satu, bahkan mungkin sepuluh. atau sekehendak selera hatinya.

Tetapi kebangsatan priyayi Jawa yang bertitel bupati ini juga tak kalah memuakkan, dia akan tunduk terhadap penggede2 kumpeni, bangsaku menyebut demikian. Hasil bargaining dari Vereenigde Oostindische Compagnie, bangsaku susah melafalkannya sehingga menyebut kumpeni biar gampang.

Ibu Kartini memang menyerah terhadap tekanan terhadapnya, tapi aku toh menyerah juga pada tekanan yang menghimpitku. Jadi sekali lagi aku tidak perduli, bagiku Kartini adalah pahlawanku.

Begitulah sedikit cerita tentang idolaku. namaku tidak memakai Ajeng atau Raden Ayu. dulu waktu aku masih sekolah SD, aku dengan bangga menggunakan namaku Sumini menjadi Kartini, aku ingin menjadi seperti dia, menentang kelaliman laki2, berteriak melawan kemunafikan para priyayi2, berharap menghancurkan budaya malu2 dan unggah-ungguh, mencoba mendidik wanita negeri untuk mampu mendongakkan wajah menghadap cerahnya kehidupan.

Tapi cita2 menjadi hanya sekedar cita2, seperti uap air yang akan segera menghilang membubung ke angkasa, berarak ke sana kemari. Aku tidak bisa lagi melanjutkan ke SMP, walapun rentetan nilaiku cukup bagus bahkan diatas rata2 temanku. Aku termasuk orang yang cukup cerdas, itulah yang dikatakan oleh guru2 SD ku.

Orang tuaku tidak memiliki cukup uang untuk membiayaiku melanjutkan pendidikan, sehingga dengan sangat terpaksa aku mendekam di rumah. Hatiku menjerit ketika  menyaksikan teman2 sebayaku pergi kesekolah dengan memakai sepatu baru, baju baru, tas baru, tampak cerah wajahnya menjemput harapan.

Kadang aku harus menangis, mengapa dunia ini terlalu jahat kepadaku, seorang gadis kecil yang harus menabrak kenyataan pahit. Setiap hari aku harus bangun pagi, membantu ibu memasak, dan kemudian ikut ke sawah membantu apa saja yang bisa kulakukan. Dengan sepetak sawah hasil warisan dari kakek itulah satu2nya harapan hidup kami. Itupun sering harus dibiarkan merana karena pengairan irigasi belum sampai menyentuh desa kami.

Kata orang, aku cukup cantik, tubuhku tinggi semampai, kulitku putih bersih, rambutku panjang berombak, mataku bulat dengan bola mata yang tajam bak penari Bali. Dua tahun setelah aku lulus SD, datang seorang tetangga kami, Pak Daud namanya, seorang tuan tanah. Dia bilang terus terang pada orang tuaku agar diijinkan menikahiku, sebagai gantinya sepetak sawah akan diberikan untuk orang tuaku jika mau menerima lamarannya.

Tentu saja ibuku dengan tegas menolak permintaannya, tapi bapak punya pendapat lain, dia setuju dan bahkan meminta persyaratan tambahan dari Pak Daud, kebun yang di pinggir kali miliknya dimintanya sebagai tambahan jika ingin memperistriku.

Malam itu terjadi perang besar antara bapak dan ibu, pertama kali dalam hidupku melihat mereka begitu saling benci, saling caci, sumpah serapah keluar semua. Aku hanya diam. Hatiku menangis, tapi aku tidak bisa berbuat apa2. Aku ingin lari, tetapi lari kemana ? Aku hanya bisa mengis di kamar.

Beberapa hari kemudian, aku sudah dipingit, tidak boleh keluar rumah. Rupanya bapak lebih superior daripada ibu, dan aku yang harus menjalani penderitaan ini. Penderitaan dari waktu ke waktu sepanjang hidupku.

Setelah resmi menikah dengan upacara sangat sederhana, karena aku memang istri ke sekian dari Pak Daud, malam petaka itupun tiba, dengan nafsu Rahwana Pak Daud memperkosaku, ya dia memperkosaku. Karena sama sekali tidak ada kata2 dan belaian sayang yang seharusnya sangat diharapkan oleh seorang istri dari suaminya. Bahkan setelah nafsu birahinya terpuaskan, diapun  mendengkur tertidur lelap.

Pernikahan kami tidak berlangsung lama, Pak Daud adalah tipe lelaki ringan tangan. Pukulan sering mendarat di sekujur tubuhku bila ada sesuatu yang kukerjakan atau kulakukan menurutnya salah.

Lama kelamaan aku tidak tahan, akupun minta cerai. Permintaanku dikabulkan, tetapi masalah tidak berhenti di situ, aku hamil. Agar tidak merepotkan orang tuaku, aku meninggalkan desaku dan pindah ke kota. Dimana berlaku filosofi hidupmu adalah hidupmu dan hidupku adalah hidupku.

Dikota inilah lahir anaku yang ku beri nama Dara, bayiku tampak mungil dan cantik.  Aku memberi nama demikian, karena aku ingin dia bisa terbang bebas seperti burung dara (merpati), menemukan soul mate-nya dan hidup bahagia selama2nya.

Untuk menghidupi diriku dan anakku Dara, aku bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Untung ada tetangga baik hati yang tinggal di sebelah tempat kosku rela menunggui Dara tanpa meminta bayaran sepeserpun saat aku bekerja.

Pada suatu hari aku ketiduran saat sedang memasak, aku merasa lelah sekali karena semalaman Dara rewel,    Rebusan daging yang ku masak hangus. Aku mendapat marah besar dan akupun dipecat sebagai pembantu rumah tangga.

Mencari pekerjaan tidak mudah, jangankan aku yang hanya lulusan SD, para sarjana2 pun harus pontang-panting ke sana kemari. Saat Dara kena demam, aku tidak ada uang sama sekali, aku mencoba meminjam pada kenalanku tapi tidak ada yang mau memberi, Aku bingung...

Tiba2 pintu kosku terbuka, aku kaget, Pak Ronal, tetanggaku itu masuk tanpa mengetuk pintu. Dia menawarkan untuk membawa Dara ke dokter terdekat, tetapi dengan isyarat mata nakalnya meminta imbalan tubuhku. Aku bimbang memilih antara nilai harga diri dan kecintaan kepada anak. Dan akhirnya aku memilih opsi yang kedua demi anakku. Inilah pertama kali aku menjual tubuhku untuk beberapa lembar puluhan ribu. Pekerjaan ringan sebenarnya, walau hati ini perih. Tetapi aku tidak punya pilihan lain.

Menjadi perempuan penjual cinta pun menjadi pekerjaanku sejak itu. Aku tidak tahu kenapa, namaku cepat sekali menyebar di kalangan underground pria hidung belang. Kebanyakan memang pria baik2 yang menjadi langgananku, tetapi tak jarang para bandot tengikpun aku terima untuk menikmati tubuhku.

Dara sudah umur 3 tahun sekarang, sudah mulai ceriwis, rasa ingin tahunya semakin besar, dan sudah mulai kelihatan tanda2 kecantikan yang ia warisi dariku.

"Ibu, kenapa setiap hari selalu ada orang kesini..?, apakah mereka menyakiti ibu..?"

"Dara sayang, mereka tidak menyakiti ibu, mereka justru membantu ibu, untuk membeli makanan dan menyekolahkan Dara tahun depan nanti"

"Ibu, jadi apakah aku nanti...?" Aku kaget, dan airmataku meleleh.

"Dara akan jadi Kartini yang tidak pernah menyerah.." bisiku sambil memeluk Dara.

Catatan :
Vereenigde Oostindische Compagnie (Perserikatan Perusahaan Hindia Timur atau Perusahaan Hindia Timur Belanda) atau VOC yang didirikan pada tanggal 20 Maret 1602 adalah perusahaan Belanda yang memiliki monopoli untuk aktivitas perdagangan di Asia.

Perusahaan ini dianggap sebagai perusahaan pertama yang mengeluarkan pembagian saham. Meskipun sebenarnya VOC merupakan sebuah badan dagang saja, tetapi badan dagang ini istimewa karena didukung oleh negara dan diberi fasilitas-fasilitas sendiri yang istimewa. Misalkan VOC boleh memiliki tentara dan boleh bernegosiasi dengan negara-negara lain. Bisa dikatakan VOC adalah negara dalam negara.

Sumber cerita : amienstein.tripod.com
Pelengkap cerita : Wiki Indonesia.
Diedit ulang oleh : Oyin.
Disclaimer
Oyin Ayashi admits that though we try to describe accurately, we cannot verify the exact facts of everything posted. Postings may contain Information, speculation or rumor. We find images from the Web that are believed to belong in the public domain. If any stories or photos that appear on the site are in violation of copyright law, please write in comment box and we will remove the offending section as soon as possible. (Oyiners = Blog reader)

Above article written by Oyin Ayashi

bean
Hi there!, You just read an article Aku pemuas seks lelaki kelas rendah . Thank on your visiting. We a true enthusiast in Blogging. In my personal life I spend time on photography, mountain climbing, snorkeling and culinary. And sometimes We write programming code.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

Silakan tulis komentar dengan akun facebook Anda

Silakan tulis komentar dengan akun google Anda


1. Jika ingin menyisipkan kode, silahkan konversikan dulu kodenya dengan tool Konversi Kode.
2. Jika Anda ingin berkomentar dengan emoticon silakan klik tombol emoticon.
3. Jangan berkomentar yang mengandung sara.
4. Jangan menyertakan link hidup karena tidak akan muncul.
5. Terima kasih Untuk yang telah memberikan komentar
Buka Konversi Kode Tutup Konversi Kode Buka Emoticon Tutup Emoticon