» » Sebuah penantian yang teramat panjang

Ku utarakan resah hatiku melaui mail pada kekasihku Santo yang berada nun jauh disana...

"Dear, Santo..."

Malam ini sepi, sinar bulan tampak muram...Hatiku gelisah memikirkanmu nun jauh disana...Adakah kau masih memikirkan aku ? Rinduku berbenturan dengan dinding bisu, adakah sampai ditempatmu ? Cintaku tulus, penantianku murni...Karena aku hanya ingin kau datang nanti, menepati janji. Membawakan aku seteguk kepastian hakiki.

"Andai kau disini, Santo" guman Dini lirih dalam hatinya. Dirasakannya rindu yang teramat sepi di dampingi sinar bulan yang temaram. Air matanya mengungkapkan sebuah keresahan yang teramat dalam. Fikirannya melayang menyusupi malam yang gelap dan sunyi. Dicobanya untuk lebih sabar dan yakin bahwa Santo akan segera kembali dan tetap setia bersamanya.

Kepergian Santo ke Jakarta adalah karena keinginannya untuk memiliki kehidupan yang lebih baik demi masa depannya. Niatnya untuk hidup mandiri begitu besar. Dia tidak ingin selamanya hanya bisa menjadi benalu, yang dia inginkan nantinya adalah memiliki keluarga bahagia lahir dan bathin. Itulah janji Santo kepada Dini, Dini pun mengizinkan Santo Pergi ke Jakarta meskipun dengan sedikit rasa berat...

Matahari masih baru saja akan melebarkan senyumnya, aku baru saja bangun dari tidurku. Kulihat jam dinding dikamar menunjukkan pukul 04.00. Ku rapikan kamarku, segera aku mengambil air wudhu dan kemudian menyambut pagi dengan beragam aktivitas seperti biasanya..

Malam ini aku mencoba membuka mail, ternyata ada kiraman balasan dari Santo...

"Dini, kasihku...aku tak ingin malam sepi menggelayuti tubuhmu menggantungkan kesunyian hingga kau resah. Aku tulus Dini, cinitaku cuma ada satu tidak yang lain, yaitu dirimu sayang..." Kurasakan rindumu teramat yakin akan janjiku padamu. Percayalah, yakinlah cintaku tulus. Bersabarlah kasih, aku akan datang menjemputmu jika sudah tiba saatnya.

Bayangan senyuman Santo membawaku melewati celah-celah jendela kamar yang sedikit terbuka. Kucoba lepaskan pandanganku memandangi sebuah senyum manis kekasihku dalam potret-potret indahku bersamanya saat aku masih duduk dibangku kuliah...

Ya, kenangan masa kuliah yang tak mungkin hilang dalam hati, cinta terpendam yang akhirnya bisa terwujud menjadi jalinan cinta yang terbuka.


"Dini, kamu nanti malam ada acara?" Tanya Anton suatu pagi
"Tidak ada," jawab Dini singkat.
"Memangnya ada apa ?" tanya Dini heran.
"Nanti malam Aku ada acara keluarga, maukah kamu menemaniku ?" tanya Anton sembari tersenyum penuh harap.
"Bagaimana ya ?" Dini berusaha mempertimbangkan.
"Okey, kalau begitu nanti malam aku jemput kamu di tempat kosmu."

Dinipun hanya tersenyum, tak berdaya menolak ajakan Anton...


"Pacar mu ya?" sapa Dino ponakan Anton saat baru turun dari mobil, Anton hanya tersenyum, kemudian Anton mengajak Dini memasuki ruang acara keluaraga. Diruang acara ini Anton memperkenalkan Dini kepada seluruh anggota keluarganya.
"Dini bukan siapa-siapa, dia hanya teman baikku..." kata Anton memberi keterangan.
Setelah mengambil beberapa makanan, Anton mengajak Dini mereka ngobrol di teras rumahnya.
"Bolehkah aku bertanya padamu Din ?"
"Tentang apa ?" jawab Dini sedikit heran
"Kamu sudah punya pacar ?" tanya Anton serius..

Dini hanya diam, entah berani atau tidak dia bicara. tapi dia memang tidak bisa memungkiri tentang jalinan cintanya dengan Santo.

"Kenapa kamu menanyakan soal pacar padaku ?" tanya Dini balik.
"Tidak apa-apa, aku cuma ingin tahu saja" kata Anton sambil tersenyum.
"Ya aku sudah punya pacar,"
"Ohh,,," tanpa berkata-kata lagi Anton pun melanjutkan menikmati makanan yang tadi ia ambil.


Kesibukan Santo dan jarak yang memisahkan dirinya telah membuat keinginannya untuk segera membawa Dini hidup bersama seakan menjadi sulit, hatinya selalu resah jika mengingat akan hal ini...Bila rasa rindunya tak tertahankan Santo hanya melampiaskan kata hatinya dalam bentuk coretan-coretan :

Ya Allah...
Seandainya telah Engkau catatkan,
Dia milikku tercipta buatku,
Satukanlah hatinya dengan hatiku,
Titipkanlah kebahagiaan antara kami,
Agar kemesraan itu abadi

Ya Allah...
Ya Tuhanku yang Maha Mengasihi,
Seiringkanlah kami melayari hidup ini,
Ketepian yang sejahtera dan abadi,
Maka jodohkanlah kami…

Tetapi Ya Allah...
Seandainya telah Engkau takdirkan,
Dia bukan milikku,
Bawalah dia jauh dari pandanganku,
Luputkanlah dia dari ingatanku,
Dan peliharalah aku dari kekecewaan...


"Dewi cewek yang baik, kenapa kamu menolak dia ?" tanya Dini suatu ketika pada Anton.
"Aku tak mencintainya, dan ini tak mungkin aku paksakan, aku juga tak mungkin bisa berpura-pura cinta. karena membohongi diri itu jauh lebih menyakitkan."
"Terus terang aku menyukai mu" ucap Anton seolah tanpa beban, tetapi penuh harap...
“Tak mungkin, karena aku sudah punya cowok, hatimu tak pernah ada untukku…” jawab Dini.
"Jadi inikah maksudmu mengajakku ketempat acara keluargamu malam itu, untuk mengatakan cintamu padaku Anton ?, terima kasih !!" lanjut Dini.

Anton terdiam, tak ada sepatah katapun yang keluar dari bibirnya...matanya menerawang jauh, padangannya kosong, hatinya kecewa...,, tetapi Bukan Anton namanya jika harus menyerah, dia akan terus berusaha mendekati Dini, dia tau Dini saat ini kesepian karena keberadaan cowoknya yang sibuk dengan tugas dan terpisah oleh jarak tempat tinggal yang jauh darinya..disini Anton merasa masih memiliki peluang, ya begitulah yang ada di benaknya….

Dengan berbasa-basi Anton pun meminta maaf pada Dini...
"Din, maaf ya aku tadi cuma sedikit bercanda aku tidak bermaksud ingin merusak hubunganmu pada cowokmu...!!!" kata Anton dengan mimik serius..
"OK, tapi kamu jangan berbicara sembarangan lagi padaku, kali ini aku bisa memaafkan dirimu"


Dalam kesendiriannya Santo merenung...
Hubungan jarak dekat memang bukan jaminan keberhasilan cinta, tetapi yang namanya jarak jauh, selain bisa memisahkan kekasih secara fisik juga bisa merenggangkan kedekatan hati, benarkah ?

Santo meragu mendengar kata-kata ini...mampukah Dini mempertahankan cintanya terhadapku ?, entahlah, pikiranya tak mampu menjawab... Santo mengerti sekali akan kebiasaan Dini, jika sedang sendiri dan tidak memiliki aktifitas, maka ia suka online mencari teman-temanya untuk di ajak ngobrol lewat maya..

Pikiran Santo bertambah kalut, filtring lewat chatting baik melalui YM, Facebook atau media sosial yang lain justru lebih berbahaya karena bisa dilakukan kapan saja dan amat mudah untuk menghapus rekam jejaknya jika mau bermain api !

Rasa cemburu Santo mulai menguap, pikiran sehatnya buntu..dia kesal dengan dirinya sendiri, Santo bertanya dalam hati akankah Dini selalu setia menunggu ?, tak ada jawaban yang ia peroleh...

Dia ingat nasehat temannya, jika kamu dan kekasihmu berniat untuk melanjutkan hubungan long distance ini maka bersiaplah untuk menghadapi berbagai deraan yang menghadang di tengah jalan. Seperti rasa kesepian dan kesempatan untuk selingkuh, tak memiliki waktu untuk berduaan, tanpa disadari, penyebab ini juga sering menjadi racun cinta yang berdomisili di kota-kota besar, demikian dengan frekuensi kerja yang tak kenal waktu juga bisa membuka peluang adanya cinta lokasi..

Malam semakin larut, kegalauan hati atas cintanya kepada Dini membuat matanya sulit terpejam, pikiranya selalu melayang-layang tanpa henti, mengapa disetiap malam kau selalu datang melewati gelapnya suara hatiku ?


Santopun terbayang akan diri Maya yang selalu menggoda, Maya adalah teman kerjanya satu kantor, Maya tinggi semampai dengan wajahnya yang charming dan selalu ceria, maka tak ayal jika banyak teman pria sesama rekan kejanya menaruh hati padanya. Tapi Maya tidak berpaling kepada mereka, justru ingin selalu mendekati dirinya entah apa yang menarik sehingga Maya selalu bersemangat untuk mengajaknya jalan berdua...

"Santo temani aku ya, aku ingin mencari sepatu, mau kan ? " pinta Maya penuh harap.
"Loh. kenapa harus dengan aku ?" jawab Santo.
"Salah ya, jika aku minta kamu menemani diriku, kamu takut, takut sama cewekmu yang entah sedang apa dia disana ?"
"Bukan begitu Maya, aku masih banyak pekerjaan yang harus ku selesaikan segera !"
"Uh, jangan banyak alasan Santo, aku tau apa tugasmu, kita kan satu tim, pekerjaanmu bisa kau tunda!"
"Gimana jawab dong, mau kan temani aku ?" Santo diam, dia tidak mengiyakan atau menolak ajakan Maya...


Dini sendirian dikamarnya, hatinya dipenuhi dengan rasa kebimbangan akan keberadaan Santo yang jauh, dia ingat akan kata-kata Anton sewaktu menghadiri acara keluarganya...hatinya bingung..antara keberadaan Santo dan keseriusan Anton menyatakan cintanya...

Unchained Melody instrumental Song


This player only run in Chrome Browser

"Aku lelah" desisnya.
Dini mencoba memejamkan matanya, ingatanya mundur kebelakang mengenang saat pertama kali kenal dengan Santo, lelaki misterius yang telah menjerat hatinya...

Dini ingat akan pesan Ayahnya :
"Jika kau ingin mendapatkan pedang yang tajam dan berkwalitas tinggi, janganlah mencarinya dipasar apalagi tukang loak, tapi datang dan pesanlah langsung dari pandai besinya. Begitupun dengan cinta dan teman dalam hidupmu, jika kau ingin mendapatkan cinta sejatimu kelak, maka minta dan pesanlah pada Yang Menciptakannya"

"Jangan cengeng meski kau anak perempuan, jadilah selalu bidadari kecilku dan bidadari terbaik untuk Ayah dan anak-anakmu kelak ! Carilah laki-laki yang bisa lebih melindungimu melebihi perlindungan Ayah padamu, tapi jangan pernah kau gantikan posisi Ayah di hatimu"

Jam menujukan pukul 03.30, Dini pun terlelap, dalam tidurnya terlihat hatinya sedang resah wajahnya tak sedikipun memancarkan keceriaan...

"Perawan gak apik tangi padang, rezekine didisi’i pithik" (kalau masih gadis tidak baik bangunnya siang, nanti rezekinya di dahului ayam), terdengar suara ibunya membangunkan dirinya yg masih berat untuk membuka mata karena semalam tidak dapat tidur nyenyak.

"Ya, sebentar" jawab Dini. Dengan agak malas, Dinipun beranjak dari tempat tidurnya...

Disclaimer
Oyin Ayashi admits that though we try to describe accurately, we cannot verify the exact facts of everything posted. Postings may contain Information, speculation or rumor. We find images from the Web that are believed to belong in the public domain. If any stories or photos that appear on the site are in violation of copyright law, please write in comment box and we will remove the offending section as soon as possible. (Oyiners = Blog reader)

Above article written by Oyin Ayashi

bean
Hi there!, You just read an article Sebuah penantian yang teramat panjang . Thank on your visiting. We a true enthusiast in Blogging. In my personal life I spend time on photography, mountain climbing, snorkeling and culinary. And sometimes We write programming code.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

Silakan tulis komentar dengan akun facebook Anda

Silakan tulis komentar dengan akun google Anda


1. Jika ingin menyisipkan kode, silahkan konversikan dulu kodenya dengan tool Konversi Kode.
2. Jika Anda ingin berkomentar dengan emoticon silakan klik tombol emoticon.
3. Jangan berkomentar yang mengandung sara.
4. Jangan menyertakan link hidup karena tidak akan muncul.
5. Terima kasih Untuk yang telah memberikan komentar
Buka Konversi Kode Tutup Konversi Kode Buka Emoticon Tutup Emoticon